Tentang Natural Nusantara

Sekilas Tentang NASA.
PT NATURAL NUSANTARA (PT NASA) berdiri sejak Oktober 2002 di Yogyakarta. Sejak lahir, telah memiliki visi " Menuju Indonesia Raya Makmur berkomitmen untuk bergerak memajukan agrokomplek. Mengingat Indonesia sebagai negara luas, agraris dan mayoritas masyarakat terjun di dunia agro-dalam artian luas.
Agro kompleks (Pertanian, Peternakan, Perikanan) adalah bidang yang menyangkut makhluk hidup dan lingkungan sehingga pengelolaannya harus bijaksana dan memperhatikan semua aspek terkait diantaranya aspek obyeknya sendiri (tanaman, hewan dan ikan), aspek lingkungan dan aspek manusia (petani dan konsumen). Dengan demikian apapun teknologi yang dipergunakan pada agro kompleks harus memenuhi syarat K-3 :
1. Kuantitas.
Mampu menaikkan produktivitas (bobot panen meningkat)
2. Kualitas.
Mampu menaikkan kualitas (rasa, aroma, warna, rendemen, keawetan hasil panen, rendah atau bebas dari senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan
3. Kelestarian.
Mampu menjaga kelestarian lingkungan sehingga secara jangka panjang produktivitas tetap terjaga dan tidak menimbulkan kerusakan dan pencemaran.

Pembakar Sekam Hasilkan Pupuk Organik

Kamis, 07 Oktober 2010

SEKTOR pertanian masih menjadi andalan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdiri dari 2 pulau besar yakni Sumbawa dan Lombok.Tanah di Lombok relatif subur sementara di Sumbawa cenderung kering dan mengandalkan pertanian tadah hujan.
Hal ini masih diperparah dengan kesulitan para petani mendapatkan pupuk untuk kesuburan tanah. Berawal dari itu tercetus ide membuat alat pembakar sekam untuk menghasilkan pupuk organik. Dengan begitu para petani di Sumbawa tak perlu lagi mengandalkan pupuk kimia. Selain mengembalikan kesuburan tanah juga lebih hemat karena bisa produksi sendiri.
Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air dan Teknologi Tepat Guna (PSDA & TTG) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi NTB, Mustakim ST MT kepada KR mengatakan, komponen alat tersebut sangat sederhana dan tidak mahal.
”Alat pembakar sekam ini rencananya akan kami ajukan ke Dirjen HAKI untuk mendapat hak paten. Alat ini masih baru sekitar 6 bulan lalu tapi para petani sudah tak asing lagi,” jelasnya di stand Provinsi NTB pada Pameran TTG di JEC, belum lama ini.
Setiap tahunnya petani di Sumbawa melakukan 3 kali tanam 2 kali padi dan palawija. Dengan adanya alat pembakar sekam ini para petani memiliki stok pupuk cukup. Terlebih bahan baku sekam di sekitar petani cukup melimpah dan kerap terbuang.
”Selama ini sekam padi hanya dibakar biasa dengan adanya alat ini bisa untuk membuat pupuk organik juga media tanam. Kalau digunakan sendiri sudah cukup bisa dijual,” kata Mustakim.
Komponen alat pembakar sekam antara lain terdiri dari 1 kaleng bekas yang dilubangi, seng dan pipa. Cara kerjanya cukup sederhana dengan menanam sekam di dalam tanah dan di atasnya diletakkan alat tersebut. Penggunaan alat ini juga sudah memasyarakat di kalangan petani Sumbawa.
Menurut Mustakim para petani mampu menghasilkan pupuk organik yang dijual seharga Rp 15 ribu maupun media tanam Rp 10 ribu. Penggunaan pupuk organik dari sekam ini juga mampu mengembalikan kesuburan tanah.    

2 komentar:

lana mengatakan...

wah, ini patut dicoba untuk tanaman dirumah.
terima kasih :)

Nur Haryono mengatakan...

Sama sama mbak...
Monggo di coba siapa tahu berhasil..
sukses buat mbak Lana.

nb : Kalo butuh pupuk organik pesan kesini aja.. :-)(Iklan)

Poskan Komentar

 

Lorem ipsum

Copyright 2010 Distributor Natural Nusantara. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin Alat Rekaman - Studio Rekaman